ASKEP GLOMERULONEFRITIS PDF

Latar Belakang Glomerulonefritis merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas baik pada anak maupun pada dewasa Buku Ajar Nefrologi Anak, edisi 2, hal. Terminologi glomerulonefritis yang dipakai disini adalah untuk menunjukkan bahwa kelainan yang pertama dan utama terjadi pada glomerulus, bukan padastruktur ginjal yang lain. Peradangan dimulai dalam gromleurus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hematuria. Meskipun lesi utama pada gromelurus, tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan, sehingga terjadi gagal ginjal. Penyakit yang mula-mula digambarkan oleh Richard Bright pada tahun sekarang diketahui merupakan kumpulan banyak penyakit dengan berbagai etiologi, meskipun respon imun agaknya menimbulkan beberapa bentuk glomerulonefritis.

Author:Feramar Mezizil
Country:Cape Verde
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):25 May 2017
Pages:53
PDF File Size:1.13 Mb
ePub File Size:1.8 Mb
ISBN:968-4-88813-615-5
Downloads:65557
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samukus



Latar Belakang Glomerulonefritis merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas baik pada anak maupun pada dewasa. Terminologi glomerulonefritis yang dipakai disini adalah untuk menunjukkan bahwa kelainan yang pertama dan utama terjadi pada glomerulus, bukan pada struktur ginjal yang lain.

Glomerulonefritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral. Peradangan dimulai dalam gromleurus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hematuria. Meskipun lesi utama pada gromelurus, tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan, sehingga terjadi gagal ginjal. Penyakit yang mula-mula digambarkan oleh Richard Bright pada tahun sekarang diketahui merupakan kumpulan banyak penyakit dengan berbagai etiologi, meskipun respon imun agaknya menimbulkan beberapa bentuk glomerulonefritis Indonesia pada tahun , melaporkan adanya pasien yang dirawat di rumah sakit pendidikan dalam 12 bulan.

Gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak akut atau secara menahun kronis seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala. Gejalanya dapat berupa mual-mual, kurang darah anemia , atau hipertensi. Gejala umum berupa sembab kelopak mata, kencing sedikit, dan berwarna merah, biasanya disertai hipertensi.

Tujuan 1. Tujuan Umum Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui tentang asuhan keperawatan glomerulonefritis akut. Tujuan Khusus: a.

Mahasiswa mampu mengetahui Anatomi Fisiologi Ginjal. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, etiologi, patofisiologi, gejala klinis dari glomerulonefritis akut pada anak c.

Mahasiswa mampu menjelaskan penatalaksaan, komplikasi, masalah keperawatan yang mungkin muncul pada glomerulonefritis akut pada anak d. Mahasiswa mampu melaksanaan perencanaan asuhan keperawatan dan implementasi serta evaluasi dari masalah keperawatan glomerulonefritis akut pada anak. Manfaat Penulisan 1. Bagi Penulis Semoga dengan makalah ini diharapkan kami sebagai mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai penyebab serta upaya pencegahan penyakit glomerulonefritis agar terciptanya kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Bagi Pembaca Diharapkan agar pembaca dapat mengetahui tentang glomerulonefritis lebih dalam sehingga dapat mencegah serta mengantisipasi diri dari penyakit glomerulonefritis.

Bagi Petugas Kesehatan dan Institusi Pendidikan Dapat menambah bahan pembelajaran dan informasi tentang glomerulonefritis. Anatomi Fisiologi Glomerulus terdiri atas suatu anyaman kapiler yang sangat khusus dan diliputi oleh simpai Bowman. Percabangan kapiler berasal dari arteriola afferens, membentuk lobul-lobul, yang dalam keadaan normal tidak nyata , dan kemudian berpadu lagi menjadi arteriola efferens.

Tempat masuk dan keluarnya kedua arteriola itu disebut kutub vaskuler. Gambar 1. Bagian-bagian nefron Di seberangnya terdapat kutub tubuler, yaitu permulaan tubulus contortus proximalis. Gelung glomerulus yang terdiri atas anyaman kapiler tersebut, ditunjang oleh jaringan yang disebut mesangium, yang terdi ri atas matriks dan sel mesangial. Kapiler-kapiler dalam keadaan normal tampak paten dan lebar. Di sebelah dalam daripada kapiler terdapat sel endotel, yang mempunyai sitoplasma yang berfenestrasi.

Maka itu sel epitel viseral juga dikenal sebagai podosit. Membrana basalis ini tidak mengelilingi seluruh lumen kapiler. Dengan mikroskop elektron ternyata bahwa membrana basalis ini terdiri atas tiga lapisan, yaitu dari arah dalam ke luar ialah lamina rara interna, lamina densa dan lamina rara externa.

Simpai Bowman di sebelah dalam berlapiskan sel epitel parietal yang gepeng, yang terletak pada membrana basalis simpai Bowman. Gambar 2. Penampang glomerulus normal dengan mikroskop cahaya. Membrana basalis ini berlanjut dengan membrana basalis glomeruler pada kutub vaskuler, dan dengan membrana basalis tubuler pada kutub tubuler.

Bulan sabit bisa segmental atau sirkumferensial, dan bisa seluler, fibroseluler atau fibrosa. Dengan mengalirnya darah ke dalam kapiler glomerulus, plasma disaring melalui dinding kapiler glomerulus. Filtrat dukumpulkan dalam ruang bowman dan masuk ke dalam tubulus sebelum meningalkan ginjal berupa urin. Laju filtrasi glomerulus LFG atau gromelural filtration rate GFR merupakan penjumlahan seluruh laju filtrasi nefron yang masih berfungsi yang juga disebut single nefron glomerular filtration rate SN GFR.

Gambar 3. Definisi Glumerulonefritis juga disebut sindrom nefrotik , mungkin akut, dimana pada kasusu seseorang dapat meliputi seluruh fungsi ginjal atau kronis ditandai oleh penurunan fungsi ginjal lambat , tersembunyi , dan progresif yang akhirnya menimbulkan penyakit ginjal tahap akhir.

Ini memerlukan waktu 30 tahun untuk merusak ginjal sampai tahap akhir. Pada keadaan iini beberapa macam intervensi seperti dialisa atau pencangkokan ginjal dibutuhkan untuk menopang kehidupan. Blaiir, Glumerulonefritis adalah suatu sindrom yang ditandai oleh peradangan dari glomerulus diikuti pembentukan beberapa antigen yang mungkin endogenus seperti sirkulasi tiroglobulin atau eksogenus agen infeksius atau proses penyakiy sistemik yang menyertai.

Hopes ginjal mengenali antigen sebagai benda asing dan mulai membentuk antibodi untuk menyerangnya. Respons peradangan ini menimbulkan penyebaran perubahan patofisiologi, termasuk menurunnya laju filtrasi glomerulus LFG , peningkatan permebilitas dari dinding kapiler glomerulus terhadap protein plasma terutama albumin dan SDM , dan retensi abnormal natrium dan air yang menekan produksi renin dan aldosteron Glassock, Glumerulonefritis kerusakan funsi glomerulus mengakibatkan penurunan laju filtrasi glomerulus.

Ganguan ganguan pre-renal , seperti hemokonsntrasi atau penurunan tekanan darah arteri perifer , tatu bendungan vena ginjal secara pasif menurunkan tekanan filtrasi, sehingga terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus. Kapita Seelekta Glomerulonefritis merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas baik pada anak maupun pada dewasa.

Glomerulonefritis akut GNA adalah suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu. Yang sering terjadi ialah akibat infeksi kuman streptococcus. Glomerulonefritis merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menjelaskan berbagai ragam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunologis.

Sedangkan istilah akut glomerulonefritis akut mencerminkan adanya korelasi klinik selain menunjukkan adanya gambaran etiologi, patogenesis, perjalanan penyakit dan prognosis. Etiologi Glomerulonefritis akut didahului oleh infeksi ekstra renal terutama di traktus respiratorius bagian atas dan kulit oleh kuman streptococcus beta hemoliticus golongan A tipe 12,4,16,25,dan Hubungan antara glomerulonefritis akut dan infeksi streptococcus dikemukakan pertama kali oleh Lohlein pada tahun dengan alas an timbulnya glomerulonefritis akut setelah infeksi skarlatina,diisolasinya kuman streptococcus beta hemoliticus golongan A, dan meningkatnya titer anti- streptolisin pada serum penderita.

Antara infeksi bakteri dan timbulnya glomerulonefritis akut terdapat masa laten selama kurang 10 hari. Kuman streptococcus beta hemoliticus tipe 12 dan 25 lebih bersifat nefritogen daripada yang lain, tapi hal ini tidak diketahui sebabnya. Kemungkinan factor iklim, keadaan gizi, keadaan umum dan factor alergi mempengaruhi terjadinya glomerulonefritis akut setelah infeksi kuman streptococcus.

Glomerulonefritis akut pasca streptococcus adalah suatu sindrom nefrotik akut yang ditandai dengan timbulnya hematuria, edema, hipertensi, dan penurunan fungsi ginjal. Gejala-gejala ini timbul setelah infeksi kuman streptococcus beta hemoliticus golongan A disaluran pernafasan bagian atas atau pada kulit. Glomerulonefritis akut pasca streptococcus terutama menyerang pada anak laki-laki dengan usia kurang dari 3 tahun.

Penyakit ini timbul setelah adanya infeksi oleh kuman streptococcus beta hemoliticus golongan A disaluran pernafasan bagian atas atau pada kulit, sehingga pencegahan dan pengobatan infeksi saluran pernafasan atas dan kulit dapat menurunkan kejadian penyakit ini.

Dengan perbaikan kesehatan masyarakat, maka kejadian penyakit ini dapat dikurangi. Glomerulonefritis akut dapat juga disebabkan oleh sifilis, keracunan seperti keracunan timah hitam tridion, penyakitb amiloid, trombosis vena renalis, purpura anafilaktoid dan lupus eritematosus. Patogenesis Dari hasil penyelidikan klinis imunologis dan percobaan pada binatang menunjukkan adanya kemungkinan proses imunologis sebagai penyebab glomerulonefritis akut.

Beberapa ahli mengajukan hipotesis sebagai berikut : 1. Terbentuknya kompleks antigen-antibodi yang melekat pada membrane basalis glomerulus dan kemudian merusaknya. Proses auto imun kuman streptococcus yang nefritogen dalam tubuh menimbulkan badan auto-imun yang merusak glomerulus. Streptococcus nefritogen dengan membrane basalis glomerulus mempunyai komponen antigen yang sama sehingga dibentuk zat anti yang langsung merusak membrane basalis ginjal.

Gambar 4. Penyakit Glomerulus Gambar 4. Klasifikasi a. Congenital herediter 1. Sindrom Alport Suatu penyakit herediter yang ditandai oleh adanya glomerulonefritis progresif familial yang seing disertai tuli syaraf dankelainan mata seperti lentikonus anterior. Gejala klinis yang utama adalah hematuria, umumnya berupa hematuria mikroskopik dengan eksasarbasi hematuria nyata timbul pada saat menderita infeksi saluran nafas atas.

Hilangnya pendengaran secara bilateral dari sensorineural, dan biasanya tidak terdeteksi pada saat lahir, umumnya baru tampak pada awal umur sepuluh tahunan.

KNJIGA OTOK VICTORIA HISLOP PDF

Askep Glomerulonefritis

Dulmaran Hepatitis Kronik Deskripsi lengkap. Akut glomerulonefritia a voluntary, nongovernmental organization involved in searching, assisting and rescuing all who require aid within its authority and means, in mountain or other naturerelated accidents, natural disasters and all other emergency conditions by means of welltrained, disciplined, highstandard personnel and equipment, passing on knowledge to society with no political affiliation. Glomerulonefritis Kronik Definisi Kondisi yang ditandai dengan fibrosis glomerular dan tubulointerstitial yang irreversibel dan progresif, menyebabkan penurunan laju filtrasi azkep dan retensi toksin uremia. Fluimukan akut mg is a medicine used to dissolve the thick secretions mucus in the airways. Akper Harum Academi — Remember me Forgot password?

GRACIA Y DEVOCION HIMNARIO PDF

ASKEP Glomerulonefritis

Intervensi : 1. Monitor dan catat TD setiap 1 — 2 jam perhari selama fase akut. Atur pemberian anti HT, monitor reaksi klien. Kaji status neurologis tingkat kesadaran, refleks, respon pupil setiap 8 jam. Atur pemberian diuretic : Esidriks, lasix sesuai order. Timbang BB tiap hari, monitor output urine tiap 4 jam. Monitor dan catat intake cairan.

1N4004 FAIRCHILD PDF

Suatu penyakit herediter yang ditandai oleh adanya glomerulonefritis progresif familial yang seing disertai tuli syaraf dankelainan mata seperti lentikonus anterior. Gejala klinis yang utama adalah hematuria, umumnya berupa hematuria mikroskopik dengan eksasarbasi hematuria nyata timbul pada saat menderita infeksi saluran nafas atas. Hilangnya pendengaran secara bilateral dari sensorineural, dan biasanya tidak terdeteksi pada saat lahir, umumnya baru tampak pada awal umur sepuluh tahunan. Gejala proteinuria massif, sembab dan hipoalbuminemia kadang kala baru terdeteksi beberapa minggu sampai beberapa bulan kemudian.

Related Articles